BeritaTerkini

89

KPU RI Lantik Muhammad Suja’i sebagai PAW Anggota KPU Lombok Timur, Perkuat Sinergi Penyelenggaraan Pemilu di Daerah

KPU RI Lantik Muhammad Suja’i sebagai PAW Anggota KPU Lombok Timur, Perkuat Sinergi Penyelenggaraan Pemilu di Daerah.   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia resmi melantik Muhammad Suja’i sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota KPU Kabupaten Lombok Timur, Jumat (25/7) secara daring di Kantor KPU Provinsi NTB. Ketua KPU Muhammad Afifuddin berharap kehadiran Muhammad Suja’i sebagai anggota baru dapat memperkuat kerja-kerja penyelenggara pemilu di tingkat daerah.    “Segeralah bergabung dengan anggota KPU yang lain, dan ikut memperkuat sinergi penyelenggara pemilu di daerah secara bersama,” ujar Afif   Lebih lanjut Afifuddin menegaskan bahwa pelantikan Muhammad Suja’i ini disegerakan karena tidak ada persoalan hukum yang menghambat proses klarifikasi terhadap penetapan PAW.   Ia juga menitipkan pesan kepada Suja’i agar segera berkoordinasi dengan anggota KPU lainnya guna menciptakan sinergi yang solid dalam penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Lombok Timur.   Diharapkan, dengan kelengkapan komposisi keanggotaan yang utuh, KPU Kabupaten Lombok Timur dapat menjalankan tugasnya secara optimal demi terselenggaranya pemilu dan Pilkada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil   Pelantikan ini diikuti oleh jajaran KPU Provinsi NTB, dan KPU Kabupaten Lombok Timur baik Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU Kabupaten Lombok Timur.


Selengkapnya
106

Tebar Kebaikan dan Harap Ridho Ilahi, KPU NTB Santuni Anak Yatim

Tebar Kebaikan dan Harap Ridho Ilahi, KPU NTB Santuni Anak Yatim   Dalam bingkai kebersamaan dan kepedulian, KPU Provinsi NTB kembali menggelar kegiatan rutin santunan dan doa bersama anak-anak yatim di lingkungan sekitar KPU Provinsi NTB. Kegiatan ini adalah wujud menebar kebaikan dan mengharap Ridho Ilahi dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama.   Ketua KPU Provinsi NTB Muhammad Khuwailid, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga dan dirawat oleh KPU, baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.    "Santunan ini adalah kegiatan rutin kita dengan anak-anak yatim, ini suatu tradisi yang baik,” ujarnya.   Dalam nuansa yang menyentuh, Khuwailid mengingatkan pentingnya memuliakan anak-anak yatim sebagai bagian dari perintah agama.    Mengutip salah satu pesan spiritual, ia menyampaikan, "Ingatlah Aku maka Aku akan mengingatmu. Cara mengingat Allah adalah dengan mengambil tanggung jawab kepada anak yatim. Itu perintah agama," terangnya penuh makna.   Ia mengutip hadis Qudsi sebagai pengingat bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan bermakna besar di sisi Allah SWT. Ia berharap kegiatan santunan ini menjadi bentuk cinta kasih yang tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang menerima, tetapi juga menjadi penguat spiritual bagi para pegawai KPU sendiri.   "Semoga kebersamaan kita ini bermakna dan Allah ridho dengan santunan kita ini," ungkapnya   Menutup sambutannya ia berpesan agar setiap niat baik yang dilakukan hendaknya selalu dilandasi dengan keinginan untuk membuat Allah SWT senang. "Kalau kita berbuat baik, niatkan itu untuk membuat Allah senang. Pandai-pandailah membuat Allah SWT senang,"pesannya    Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pembagian santunan kepada anak-anak yatim yang hadir. Kegiatan ini dilakukan serentak di KPU seluruh Indonesia tak terkecuali di Provinsi NTB.


Selengkapnya
83

Konsolidasikan Peningkatan Kinerja KPU se-NTB, Sekretaris KPU NTB: Setiap Pekerjaan Bermakna Kemajuan Lembaga

Konsolidasikan Peningkatan Kinerja KPU se-NTB, Sekretaris KPU NTB: Setiap Pekerjaan Bermakna Kemajuan Lembaga   Dalam upaya penguatan kinerja kelembagaan, KPU Provinsi NTB melakukan Konsolidasikan Peningkatan Kinerja KPU se-NTB melalui Zoom Meeting dengan sepuluh Satker di KPU Kabupaten/Kota, Rabu (23/7). Rapat konsolidasi dipimpin langsung oleh Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya. Menurutnya setiap pekerjaan sekecil apa pun, memiliki makna bagi kemajuan lembaga.    Oleh karenya konsolidasi ini strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menindaklanjuti arahan Sekjen KPU, ungkap Mars   Lebih lanjut ia meminta komitmen dan dedikasi jajaran Sekretariat dalam mendukung kinerja lembaga. "Forum ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan bagian dari proses pematangan melalui evaluasi kinerja, perbaikan sistem, dan konsolidasi menyeluruh agar KPU se NTB memiliki semangat dan irama kerja yang sejalan, ujarnya   Salah satu isu yang menjadi sorotannya adalah pengelolaan arsip. "Arsip bukan hanya kumpulan dokumen administratif, tetapi bukti legalitas dan kedaulatan institusi"   Rawatlah arsip dengan sistem yang lebih ketat dan profesional, mulai dari pengamanan ruang arsip, pencatatan akses, hingga perawatan fisik dokumen agar terhindar dari kerusakan.    Dirinya membandingkan pentingnya arsip dengan logistik pemilu yang dijaga ketat—disemprot antirayap, disusun di palet, dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.    “Kerapian di lemari belum cukup, Kalau dokumennya hilang karena ceroboh, maka seluruh proses kita bisa kehilangan jejak legitimasi,” tegasnya.   Kemudian terkait kesiapan pemeriksaan keuangan BPK, Ia meminta seluruh unit kerja untuk memastikan kelengkapan dokumen pertanggungjawaban keuangan.    Lebih lanjut, Mars Ansori juga menekankan pentingnya peningkatan nilai SAKIP menuju predikat A. Dengan target peningkatan nilai dari 79,3 (BB) menjadi minimal 80 (A), ia mendorong seluruh jajaran KPU se NTB untuk tidak hanya menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi, tapi juga benar-benar membangun sistem yang lebih transparan.   Sebagai penutup kegiatan, dilakukan pula penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru di lingkungan KPU Provinsi NTB. Penyerahan SK ini menjadi simbol harapan baru dan regenerasi sumber daya manusia yang siap mengemban tugas dengan integritas serta semangat profesionalisme tinggi. Suasana haru dan semangat menyelimuti prosesi tersebut, menegaskan komitmen KPU NTB untuk terus melangkah maju sebagai lembaga yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.


Selengkapnya
141

Anggota KPU NTB Latih Etik Kepemimpinan Organisasi BEM IAI Hamzanwadi

Anggota KPU NTB Latih Etik Kepemimpinan Organisasi BEM IAI Hamzanwadi   Anggota KPU Provinsi NTB Divisi Hukum Pengawasan, Mastur menjadi pemateri menegement Organisasian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi, Selasa (22/7) di Pancor Lombok Timur. Materi yang disampaikan mengenai Etik Kepemimpinan BEM mewujudkan Organisasi yang visioner, Kolaboratif dan Berinovasi.   Puluhan BEM mengikuti kegiatan tersebut yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Dalam paparannya Mastur menyampaikan hal-hal yang berkaitan Mengapa kita harus belajar Manajemen Organisasi serta manfaat Ilmu Manajemen Organisasi.   Sebagai seorang penyelenggara Pemilu ia memberikan contoh bahwa, manajemen organisasi adalah kunci mencapai tujuan secara efektif dan efisien.    Merujuk pada materi presentasi, ia menegaskan bahwa tanpa manajemen yang andal, cita-cita organisasi tidak akan terwujud.   Mengutip definisi manajemen dari Louis E. Boone & David L. Kurtz, Penggunaan sumber daya manusia dan lainnya untuk menyelesaikan tujuan.   Hal ini berkaitan dengan fungsi BEM sebagai organisasi mahasiswa, ungkap Mastur   "Praktik manajemen adalah mesin penggerak organisasi. Tanpa hierarki manajemen yang solid, mustahil organisasi bertahan jangka panjang," paparnya   Pelatihan ditutup dengan penegasan bahwa karakteristik manajemen sebagai ilmu sekaligus seni harus diimbangi etika kepemimpinan, imbuh Mastur.


Selengkapnya
255

KPU NTB Hadiri Pelantikan Pejabat Eselon II Sekretariat Jenderal KPU

KPU NTB Hadiri Pelantikan Pejabat Eselon II Sekretariat Jenderal KPU KPU Provinsi NTB menghadiri Pelantikan Pejabat Eselon II Sekretariat Jenderal KPU, Jumat (18/7) di Jambi secara Hybrid melalui zoom meeting. Dilantik secara langsung Sekretaris KPU Provinsi seluruh Indonesia, Kepala Biro, Kepala Pusat dan Inspektur Wilayah di lingkungan Setjen KPU. Turut dilantik Kembali Sekretaris KPU Provinsi NTB, Mars Ansori Wijaya. Dalam sambutannya, Ketua KPU Republik Indonesia Muhammad Afifuddin menyampaikan bahwa dalam Merit sistem perlu dilakukan evaluasi pejabat, dan hal itu adalah peristiwa yang biasa saja, baik dalam konteks pergeseran maupun pelantikan kembali di posisi masing-masing.  "Itu Bagian dari Proses Business as usual", ungkapnya Ia berharap seluruh pejabat yang dilantik baik yang pindah posisi maupun yang dilantik kembali pada posisi semula, mohon melakukan konsolidasi dengan jajaran, baik komisioner maupun Sekretariat.  "Mari mencari titik temu dan mencari solusi untuk peningkatan kinerja dan citra lembaga kita", tegasnya. Sementara itu Sekretaris Jenderal KPU Republik Indonesia Bernad Dermawan Sutrisno menekankan bahwa seluruh pejabat yang dilantik saat ini pada situasi Pasca Pemilu dan Pilkada. "Bukan berarti kerja kita telah selesai, namun saat ini adalah puncak-puncak kita dalam menata kelola pertanggungjawaban Keuangan. Saatnya kita harus perbaiki seluruh pertanggungjawaban Pilkada". Teman-teman harus duduk bareng dengan jajaran Sekretariat dan jajaran Komisioner Provinsi maupun Kab/Kota. Ini adalah kerja kita pasca Tahapan, dokumen-dokumen pertanggungjawaban keuangan harus dicek dan disiapkan dengan baik untuk keperluan pemeriksaan, tegasnya.  Terakhir ia berpesan mengenai Arsip Pemilu. Menurutnya arsip KPU adalah arsip Strategis. "Artinya itu menjadi bagian teramat penting dari sebuah sejarah pemerintahan bangsa ini, karenanya harus kita pelihara dengan sebaik-baiknya", tutupnya.


Selengkapnya
255

Dorong Peningkatan Akuntabilitas Kinerja, KPU NTB Hadiri Penguatan Kapasitas Penyusunan SAKIP

Dorong Peningkatan Akuntabilitas Kinerja, KPU NTB Hadiri Penguatan Kapasitas Penyusunan SAKIP Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kualitas penyusunan dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025, KPU NTB hadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Pejabat Struktural dan Fungsional dalam menyusun, mengelola, dan mengevaluasi dokumen SAKIP pada Hari Senin (14/7) yang dilaksanakan oleh KPU Republik Indonesia secara Hybrid. Dalam sambutannya, Inspektur Utama Wilayah I KPU RI, Bahtiar menegaskan pentingnya SAKIP sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi berbasis hasil. Beliau mengapresiasi capaian nilai SAKIP KPU tahun lalu sebesar B (73,51), yang menjadi hasil kerja keras bersama.  Dirinya berharap agar seluruh satuan kerja KPU baik pusat maupun daerah, saling bekerja sama demi perbaikan nilai SAKIP secara nasional.  "Peningkatan tunjangan kinerja dari 70% menjadi 80% peluang terbuka. Capaian ini tidak terjadi secara kebetulan, tetapi karena kerja keras kita semua. Nilai SAKIP ke depan harus meningkat,” ujar Bahtiar. "Auditor sebagai evaluator bukan hanya sebagai penilai, tapi juga harus jadi mitra. Kita adalah kawan dalam meningkatkan akuntabilitas. Berikan Satker waktu untuk melengkapi, bila perlu bantu satker dalam proses perbaikan,” tegasnya. Di akhir kegiatan, ia meminta seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan KPU memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam menyusun dokumen kinerja yang berkualitas, konsisten, dan terukur Sementara itu dalam pelaksanaan kegiatan, terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh narasumber dari KemenpanRB yaitu Dwi. Dirinya menekankan pentingnya perjanjian kinerja yang terukur, target realistis, dan indikator yang akuntabel. Hal ini penting untuk memastikan pelaporan kinerja yang valid. Kemudian Sesi Narasumber kedua dari DPKP yaitu Isti dan Yoppi. Pihaknya lebih kepada membagikan praktik baik dari BPKP dalam meningkatkan nilai SAKIP dari B ke A melalui regulasi, digitalisasi, dan evaluasi yang kuat.


Selengkapnya